Tampilkan postingan dengan label sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sakit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Maret 2016

Assalamu alaikum wr wb.
Hari ini saya sangat terenyuh setelah membaca kisah seorang anak umur 11 tahun bernama Ihsan. Seorang Hafiz Al Quran hampir 11 jus.
Di awal tulisan ini, saya berharap kepada pembaca untuk dapat meringankan penderitaan yg sedang dialami Ihsan.
Beginilah kisahnya.....(saya copy dari status yg ada di grup WhatsApp).

TRUE STORY ❤

Mohon doa semua yang terbaik untuk Ihsan Ali bin Ali

ALLAHUMMA RABBANNAASI ADZHIBIL BA'SA WASY FIHU. WA ANTAS SYAAFI, LAA SYIFAA-A ILLA SYIFAAUKA, SYIFAA-AN LAA YUGHAADIRU SAQOMAA

Ikhlaskan hati untuk sesama muslim sejenak mendoakan ihsan.. anugerah Allah.. anak hebat.. anak sholeh.. penghafal quran.

Kata aduh pun tak pernah keluar dari lisannya..padahal sakit diabetes insulin yang dideritanya begitu luar biasa dan jarang ditemui.

Ihsan, untuk mengetahuinya dia sedang sakit parah adalah saat dia sholat di rumah sambil duduk.

Ihsan bilang, orang yang ga bisa lihat (buta) saja mau ke Masjid, masa Ihsan ga bisa.

Semua tetangga mengerti, jika Ihsan tilawah sambil teriak, berarti ia sedang mengalami sakit yang hebat, pada akhirnya Ihsan pingsan.

Anak usia 11th ini, begitu kuat. Dia tetap sholat pada waktunya meski harus berjalan dengan tongkat.

Sakitnya terlalu keras untuk anak semuda Ihsan. Keprihatinan mulai mengalir dari berbagai arah. Tapi lihatlah apa yang Ihsan lakukan..dia menolak semua donasi untuknya. Dia ga mau pahala sakitnya berkurang karena donasi cuma2.

Yang Ihsan mau, dia dibantu dengan membeli madu jualannya, yang hasilnya sepenuhnya untuk membiayai pengobatannya.

Pernah Ihsan menjual madu sambil membawa tongkat di kawasan emerald Bintaro yang hasilnya utk berobat dirinya

Sambil terpincang2 kakinya, tangannya menenteng madu, dia menawarkan ke jamaah yang saat itu sedang ada tabligh.

"Madu madu, pak madu pak, bu madu bu"

Hasilnya jualannya sepenuhnya untuk pengobatan dirinya.

Ihsan begitu mandiri tidak ingin menyusahkan siapapun!

Pernah waktu hendak sholat,
Ihsan wudhu begitu lama, sampai abinya ga sabar menunggu Ihsan. Akhirnya uminya melihat Ihsan di kamar mandi

apa yang trjadi..

Ihsan sedang muntah2 darah, dan mencuci sendiri bajunya yang terkena darah. Tanpa ada lirih dari mulutnya agar dikasihani. Tanpa ada kata ADUH agar ditolong.

Kadang jam 2 malam Ihsan bangun, dia ke kamar mandi, memuntahkan mual diperut yang mengeluarkan darah, lalu kesesokan paginya, umi abinya baru menyadari bahwa Ihsan mencuci baju semalam.

Inilah Ihsan..
Lebih nyaman dirawat di rumah atau masjid..

"Ihsan, kenapa kamu ga mau dirawat di Rumah Sakit??"

Maka dengarlah jawabannya:

"Ihsan mau meninggal dalam keadaan sholat dan baca qur'an" jawabnya lirih..

Didetik ini, saya tak bisa lagi menahan air mata saya..

Inilah Ihsan...
Anak sholeh yang hafal Qur'an hampir 15 juz

Tadi pagi saya ditunjukan setumpuk uang sejumlah 27 juta, bantuan dari Ibu2 majlis taklim.

Tapi Ihsan menolaknya..Ihsan ga mau pahala Sakit Ihsan jadi berkurang. Ia berkata

"Jika mau Ihsan jadi LEBIH BAIK, dan LEBIH TENANG, KEMBALIKAN SEMUA UANG ITU HARI INI JUGA"

Tadi sore Ustadz Yusuf Mansur datang memberi bantuan tunai 5 juta pun ditolaknya..

Banyak yang lebih susah dari Ihsan jawabnya.. Ma syaa Allah..

Meleleh lagi mata saya...

Sudah 3 hari ini Ihsan lirih memohon...

"Ihsan ga kuat
"Ihsan mau pulang
"Ihsan pasrah saja dengan ketentuan Allah

Tadi ba'da sholat shubuh, saat disinggung mau dibawa lagi ke RS. Ihsan memohon ke kedua orang tuanya, Mencium kaki umi abinya sambil berkata,

"Biarin Ihsan disini saja, Ihsan mau diakhir2 hidup ini, Ihsan habiskan bersama adik2 Ihsan. Ihsan ga mau di Rumah sakit"

Ya Allah...

Abi Ihsan berusaha tegar di depan anaknya, namun matanya berkaca2 sesekali menyeka air mata yang hampir jatuh...

Saya ga kuat...
Saya putuskan pulang saja...

Seperti biasa, perpisahan di akhiri doa indah dari Ihsan...

Kembali saya terenyuh..

Ketika hendak pamitan untuk pulang,
Saya jabat tangannya, lalu dia pun menjabat tangan saya dengan erat, erat sekali, lalu berucap lirih

"Terima kasih ya om sudah bantu Ihsan, semoga keluarga om sakinah mawaddah warahmah.
Semoga semua kebaikan om di balas syurga
Semoga anak2 om jadi anak sholeh
Doakan ihsan ya om biar cepat sembuh"

Ya Allah...
Merinding tubuhku, bergemuruh dadaku, haru hendak jatuh buliran air mataku..

Belum pernah sebuah doa terucap untukku membuat ku jadi begini terenyuh..

Doa yang keluar dari lisan seorang anak 11th, yang begitu sabar dan ikhlas menerima ujian dari-Nya.

"Ihsan, kamu harus sehat, kamu harus kuat, kamu harus positif thingking, kamu itu anak hebat, kamu punya ilmu, kamu harus kembali sehat dan bisa memberi manfaat untuk ummat dan masyarakat. Agar semua kebaikanmu bisa terlimpah juga untuk abi dan umi kamu..kamu mau kan?"

Ihsan mengangguk..

"Iya om, doain ihsan biar cepat sembuh.."

Mata ini hampir saja basah karena ketegaran seorang anak hebat ini.

Ihsan.. Terima kasih atas pelajaran yang begitu dalam.. Ya Rabb hamba malu dengan qonaah dan istiqomah seorang anak kecil pantang mengeluh dan pantang meminta - minta ini..

Ikhwah... bantu Ihsan beli madunya ya, sebagai ikhtiarnya yang terus ia lakukan...

Untuk beli madu Ihsan silakan hubungi:

Abi Ihsan: 081289591469
Taris Zuper: 087776621983
Ruru: 087781700088

“Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak”

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, Kemudian mereka tetap istiqamah. Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS Al Ahqaaf : 13)

Bantu sebarkan... in syaa Allah bermanfaat..

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

"Alloohummakhtim lanaa bil-islaami wakhtim lanaa bil-iimaani wakhtim lanaa bi husnil khootimati" Aamin.


NOTED : INSYA ALLAH kami dari HSC Akan melakukan kunjungan ke rumah ihsan pada hari Minggu tanggal 27 Maret 2016. Bagi teman2 yang terketuk hatinya membantu ihsan. Silahkan konversikan nominal pemberiannya dalam bentuk pembelian MADU IHSAN senilai Rp60rb per botol. List daftar jumlah pesanan MADU IHSAN bisa daftar japri saya. Harganya resmi dari Ihsan.

Barakallahu fiikum

Jumat, 24 Juli 2015

Posted by Admin | File under : , , ,
Kita semua mungkin pernah mengalami sakit, iya kan ? Tapi terkadang rasa sakit yang kita rasakan itu justru membuat kita banyak mengeluh, bahkan lebih sibuk mengeluh daripada bersyukur. Mengapa ? Mungkin karena datangnya penyakit merupakan sesuatu yang tidak kita inginkan. Padahal hikmahnya dari sakit itu banyak sekali loooh andai kita tahu
“Ya Allah, kenapa harus aku ?”
Mungkin ini menjadi salah satu pertanyaan bagi orang yang sedang terkena penyakit. Ya, kenapa harus aku yang kena penyakit ini ? Jawabannya sangat sedehana loh :
Karena Allah Menyayangimu, ya.. benar-benar menyayangimu. Kenapa ? karena pada hakikatnya, sakit itu menyadarkan kita banyak hal, misalnya :
Keterbatasan Manusia
Karena datangnya sakit, kita menjadi semakin sadar bahwa sesungguhnya kemampuan kita sangat terbatas, kita tidak mampu mengendalikan diri ini agar selalu sehat, hanya mampu berusaha. Ketika Allah menakdirkan kita sakit, maka kita sama sekali tidak berdaya.
Dengan sakit ini juga kita semakin sadar bahwa kita tidak mampu melakukan semuanya sendiri, kita membutuhkan orang lain. Selain itu keterbatasan diri akan membuat kita lebih menghargai orang lain serta menekan kesombongan diri bukan ?
Kekuasaan Allah
Ketika datangnya sakit, bukankah semakin terasa jelas kekuasaan Allah ? Semakin terasa bahwa ada kekuatan lain yang mengusai diri ini, yang diri kita sendiri tidak mampu untuk melawannya. Ya.. Allahlah yang memberi penyakit dengan kasih sayang-Nya, namun Dia juga yang akan menyembuhkannya.
Berharganya Waktu
Ingatkah sebuah pesan “kaya sebelum miskin.. muda sebelum tua.. sehat sebelum sakit” ? Mungkin dengan adanya penyakit, Allah sedang bertanya pada kita “Sudah digunakan apa sajakah waktu sehatmu ?”.
Dengan adanya penyakit, bukankah kita jadi semakin sadar betapa berharganya waktu ? Ketika sedang sehat, kita mampu beribadah dengan maksimal, mampu mengerjakan tugas dengan maksimal, bisa menikmati makanan yang lezat, tapi.. ketika sakit, bahkan mungkin bergerak pun terasa sangat sulit. Oleh karena itu, dengan adanya sakit.. semoga kita semakin sadar untuk memanfaatkan waktu sehat dengan jauh lebih baik lagi.
“Ya Allah, kenapa harus sekarang ?”
Terkadang sakit yang menimpa kita mungkin hadir disaat yang tidak tepat, misalnya saat kita harus menempuh ujian atau ketika kita sedang bertugas, sehingga datangnya sakit ini kita anggap sangat merusak rencana kita, sehingga membuat kita bertanya “ya Allah, kenapa harus sekarang ? kenapa ngga nanti? Sekarang banyak hal yang harus aku kerjakan ya Allah”.. kira-kira mungkin begitu keluhan kita.
Tapi yang harus kita ingat adalah Allah lebih tau kapan waktu yang terbaik untuk kita. Bahkan Ia mengetahui apa saja yang tersembunyi dan apa yang akan terjadi esok. Jadi, bila Allah menakdirkan kita untuk sakit hari ini atau esok hari, pastilah itu yang terbaik. Allah telah menentukan waktunya dan sakitnya, dan itu pasti yang terbaik.
“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia anat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui; sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216 )
“Ya Allah, kapan aku sembuh ?”
Ketika penyakit tak kunjung sembuh, mungkin diri ini cenderung putus asa dan terus mengeluh. Bertanya pada Allah “ya Allah.. kapan aku sembuh ?”. Sebenarnya keluhan ini tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan mremperlambat proses penyembuhan diri karena bisa menambah rasa sakit yang dirasakan.
Boleh jadi, Allah sedang menguji kesabaran kita saat penyakit ini tidak kunjung sembuh. Menguji ketakwaan kita kepada Allah, meninggikan derajat kita atau boleh jadi ketika sakit diri ini lebih dekat dengan Allah sehingga membuat Allah semakin sayang pada kita. Diri ini milik Allah, Allah berhak melakukan apapun untuk diri kita. Tugas kita adalah berusaha dan berdoa agar penyakit ini disembuhkan, serta jangan lupa bersyukur, hasilnya serahkan pada Yang Maha Memutuskan.
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.at-Taghaabun :11)
Jadi apa yang harus aku lakukan ?
Terima dengan ikhlas karena penyakit yang menimpa kita kini adalah ketetapan-Nya, yang diri kita tidak akan mampu menghindar dari takdir-Nya. Pikirkan dan terus ingat akan kasih sayang Allah pada kita, bayangkan nikmat yang Allah berikan saat kita sehat. Dan juga ingat akan dosa-dosa yang sedang digugurkan Allah saat kita sakit. Alangkah indahnya bukan? jika setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup ini menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya.
Ada sebuah pesan indah dari seorang muslimah yang bernama Hubabah Khadijah yang saya kutip dari buku Bidadari Bumi karya Halimah Alaydrus..
“Bukankah sakit adalah dari-Nya juga ? Dan Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah SWT seringkali tatkala mencintai seorang hamba Dia memberinya rasa sakit sebagai tanda cinta.. ingat, Yang Allah inginkan untukmu adalah kebaikan, maka terimalah apapun dari-Nya dengan lapang dada sembari meyakini bahwa yang Dia berikan adalah yang terbaik untukmu..”
Begitu banyak hikmah yang dapat kita ambil dari sakit ini bukan ? Begitu Allah sangat menyayangi kita, Alhamdulillah
“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari).
Wallahu a’lam bishawab

Sumber :  Puisi Request