Gunakan Cara Yang Baik
Lewat jalan kanan, kanan cenderung
baik bukan. Sadarkah kita, makan dengan tangan kanan, pakai tangan kiri
dianggap tidak sopan kan. Masuk masjid pakai kaki kanan, pakai baju
masukin tangan kanan dulu. Sampai belahan rambut kita disisir kearah
kanan, kanan cenderung baik bukan! Karena itu pakai jalan kanan,
maksudnya pakai jalan yang baik atau jalan yang benar untuk mendapatkan
rezeki kita.
Rezeki Yang Halal
Carilah rezeki halal, karena tidak
semua rezeki halal, tergantung pada cara mencarinya atau jalannya kita
mendapatkannya. Kita sudah mencari rezeki dengan cara yang benar, apakah
sudah pasti menjadi halal? Belum tentu, cara benar tapi zat yang
didapat tidak benar juga bisa merubah menjadi haram. Contohnya ya, kita
mendapat makanan dari tetangga, sup ekor sapi, uenak kan, tapi pas masak
dikasih bumbu minyak babi, zatnya akhirnya tercemar zat haram. Sudah
tercemar zat haram, gampangnya zat yang awalnya halal menjadi zat yang
akhirnya haram. Ingat pepatah, rusak susu karena nila setitik. Macam
inilah sup sapi itu menjadi haram.
Thayyib, atau baik. Carilah
rezeki yang halal dan juga thayyib. Thayyib itu artinya baik. Carilah
rezeki yang diperoleh dengan cara yang halal dan dibenarkan oleh agama
sehingga penuh berkah.
Dari sahabat Jabir bin Abdullah,
bahwasanya pada suatu ketika Nabi Muhammad SAW berkata di hadapan para
sahabatnya, ''Wahai umat manusia, bertakwalah kalian kepada Allah dan
perbaikilah dalam hal mencari rezeki. Karena, sesungguhnya manusia itu
tidak akan mati sebelum disempurnakan rezekinya. Allah hanya
memperlambat turunnya rezeki kepadanya. Dan kemudian menurunkannya
secara berangsur-angsur. Karena itu (sekali lagi), bertakwalah kalian
semua kepada Allah dan perbaikilah usahamu dalam meraih rezeki. Ambillah
yang halal dan tinggalkanlah yang haram.'' (HR Ibnu Majah).
Jika
kita sudah mampu mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram,
rezeki yang sudah datang kepada kita jangan kita simpan dan nikmati
sendiri. kita bisa membaginya kepada yang lain, misalnya dengan membuat
usaha. kita akan membuat lapangan kerja baru, usaha bukan berarti kita
akan meninggalkan pekerjaan asli kita, tidak harus besar.
Kalau kita mencari rezekinya dengan jalan yang baik
dan benar untuk rezeki yang baik, yakinlah kita akan mendapat rezeki
yang halal. Gunakan cara yang baik untuk sesuatu yang baik. Baik untuk
pribadi kita, lingkungan kita, orang disekeliling kita, kehidupan kita.
Berpahala Bagi Pencarinya
Pada dasarnya seorang yang
sedang mencari rezeki itu sedang beribadah, karena ini termasuk bentuk
ibadah maka sudah tentu Allah akan memberikan pahala baginya. Jadi
bersemangatlah mencari rezeki, hal yang terasa untuk kehidupan dunia
ternyata menjadi pahala akhirat kita.
Kalaupun bila kita tidak
memperoleh rezeki kita setelah berusaha, kita tetap akan mendapat pahala
dari Allah SWT. Tapi kita harus yakin semua usaha kita pasti akan
menghasilkan, walaupun tidak pada hari itu juga. Seperti kata petani,
yang memanen adalah yang menanam. Jadilah seperti petani yang menanam
dan memanennya, jangan seperti burung yang hanya memanennya. Yang
seperti burung itu yang seperti apa? Mungkin seperti para Koruptor di
negeri kita,
Wajib Di Usahakan
Rezeki kita sudah disiapkan oleh
Allah SWT untuk kita. Kita hanya dipersilahkan mengambilnya dengan cara
kita. Cara yang baik atau cara yang buruk, cara kanan atau cara kiri,
kita pemegang kendali diri kita. Kendalikan diri kita dalam mencapai
rezeki itu dengan cara yang baik, sehingga apa yang kita dapatkan akan
menjadi baik.
Rezeki walaupun sudah disiapkan oleh Allah, dia
harus kita cari, ambilah. Rezeki tidak akan datang kepada kita dengan
sendirinya, hanya untuk waktu-waktu tertentu saja dia datang sendiri.
Orang yang selalu berpangku tangan walaupun setiap hari dia meminta
kepada Allah SWT segudang emas, tapi dia tidak mau berusaha, berat Allah
SWT untuk mengabulkannya. Ingat Allah SWT tidak akan mengubah nasib
suatu kaum tanpa kaum itu mengubahnya sendiri.
Karena itu kita wajib merubah nasib kita sendiri, tentunya dengan cara yang baik lagi benar menurut agama dan masyarakat
1 % Kecerdasan 99% Usaha
Saking harus kita berusaha,
banyak ilmuwan-ilmuwan terkemuka mengatakan bahwa 1% kecerdasan 99%
usaha. Ada yang versi 1% kecerdasan 99% kerja keras, ada yang 1%
inspirasi 99% usaha, dan ada yang 1% jenius 99% keringat. Tetapi
sebenarnya semuanya maknanya sama saja. Memang motto hidup itu tidak
dikatakan oleh para muslimin tetapi oleh ilmuwan non muslim, tapi ini
membuktikan ketika kita berjuang berusaha keras mencari rezeki seperti
mereka saja mereka bisa sukses, apalagi jika dibarengi dengan doa. Pasti
sukses kita menjemput rezeki akan sangat sempurna, kolaborasi usaha dan
doa.
Merubah Nasib Bukan Dengan Berdiam Diri
Melihat,
Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu berusaha
merubahnya, dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa mencari rezeki
adalah wajib. Bila kita memang ingin menjemputnya, membawanya ketangan
kita. Bergeraklah untuk berubah, rubah arus rezeki kita. Bagaimana
merubahnya? dengan mencarinya, mengusahakannya, memperlancarkannya bukan
menunggunya. Jemput dia.
Allah SWT membenci kemalasan, Allah
SWT membenci putus asa. Kemalasan akan mengakibatkan seseorang tidak
memberikan hasil, malas adalah penyakit. Penyakit tentunya bisa diobati,
dengan apa? Dengan memulai, mulai dari saat ini.
Dengan
memulai, pertama kita harus memulai menggunakan mainset atau pola pikir
yang baru untuk berubah menjadi seorang yang memiliki kemudahan rezeki.
Apa mindset kita? Konsumtif?
Produktif dong, kita tinggalkan
perilaku konsumtif yang berlebihan. Kita boleh konsumtif tapi jangan
berlebihan, dan yang terpenting perilaku konsumtif tidak boleh hahir
sebelum kita bisa berlaku produktif terlebih dahulu. Ayo berkarya.
Ada
banyak sisi negatif dari perilaku konsumtif, boros, foya-foya, habis di
saat ini, dan perilaku konsumtif itu termasuk susah disembuhkan.
Banyangkan jika kita gunakan uang kita untuk ditabung setidaknya 10%
dari penghasilan kita. Kita bisa dikatakan sebagai orang yang kaya jika
kita juga tidak memiliki hutang, ini teori umum.
Akhirat Bukan Berarti Tidak Mengenal Dunia
Walaupun
kita diwajibkan untuk memikirkan urusan akhirat, bahkan wajib kita
urus. Tapi urusan dunia juga jangan kita tinggalkan begitu saja hanya
karena mengutamakan akhirat, seimbanglah. Wajib bagi kaum muslimin
meningkatkan keimanannya dan mengamalkan ajaran Islam dengan
sebaik-baiknya. Meski seperti itu perkara dunia tidak boleh
dikesampingkan, termasuk mencari rezeki. Lagi pula rezeki itu yang
memberi juga dari Allah SWT, karena itu kita mengambilnya dengan cara
yang tidak melanggar ketentuan dari Allah.
Kita wajib untuk
berusaha mencari rezeki. Orang tua berkewajiban untuk mencari nafkah
untuk keluargannya dengan keinginan yang keras dan dengan didasari iman
kepada Allah, sehingga menghindarkan dirinya pada hal-hal yang haram.
Dalam sebuah hadis yang shahih Nabi bersabda, “Setiap jasmani yang
tumbuh dari yang kotor, maka api neraka lebih pantas baginya.”
JANGAN LUPA YA JOIN PAYTREN
KLIK BANNER DIBAWAH INI